Media Pembelajaran dan Informasi

Iklan Semua Halaman

Buy Now

Jumat, 27 Agustus 2021

Masyarakat Kebudayaan Dan Agraris


Masyarakat agraris, seperti Indonesia, memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik yang nampak menonjol adalah perbedaan budaya tiap masyarakat yang berbeda. Hal ini berkaitan erat dengan kenyataan bahwa budaya material dan immaterial memiliki hubungan dengan karakteristik masyarakatnya, baik sebagai masyarakat padi sawah, lahan kering atau masyarakat nelayan. Untuk itu diperlukan suatu pemahaman mengenai bentuk perbedaan budaya suatu desa.

Masyarakat

Masyarakat sebagai komunitas (cummunity) adalah kelompok orang yang terikat oleh pola-pola interaksi karena kebutuhan dan kepentingan bersama untuk bertemu dalam kepentingan mereka. Definisi ini merujuk dari pengertian komunitas yang menurut Horton (1992) adalah suatu kelompok setempat atau local dimana orang melaksanakan segenap kegiatan (aktivitas) kehidupannya.

Masyarakat (sebagai terjemahan society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.

Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Elemen-elemen dalam Masyarakat

 Istilah elemen menyatakan suatu bagian pokok atau dasar dari kesatuan yang lebih besar. Satuan-satuan interaksi sosial yang ada dalam masyarakat akan membentuk struktur sistem sosial itu sendiri. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian-bagian yang menyatu di dalam sistem sosial.

Sebagai suatu sistem sosial, masyarakat juga memiliki elemen-eleman dasar, yaitu:

1.      penduduk (orang), terikat secara paternal, hubungan darah, ascribed status maupun achievement status.

2.      wilayah, terdapat masyarakat setempat , ada interaksi antara penduduk dan wilayahnya. Wilayah inilah yang membedakan antara community dengan society, dimana society merupakan penduduk dalam arti luas yang tidak terikat dengan tempat tinggal atau teritori, misal: masyarakat civitas akademika.

3.      interaksi

4.      kepentingan bersama

5.      kebutuhan bersama

Kebudayaan

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture diterjemahkan "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Sejarah kemanusiaan menurut perspektif arkeologi modern, terbagi menjadi dua jaman, yaitu jaman food gathering (memanfaatkan hasil alam secara liar) dan food producer (telah mengembangkan budidaya tanaman dan ternak). Menurut Keesing (1985), perubahan terjadi setelah manusia menemukan cara peleburan logam (‘the first technological revolution’ atau food producing revolutian’) yang terjadi 12 ribu – 10 ribu tahun yang lalu di Timur Tengah selatan laut kaspia utara Irak atau Iran kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Karakteristik Masyarakat Desa

Karakteristik masyarakat desa di perdesaan dapat dilihat dari sisi demografi, Ekonomi, Sosial-budaya dan Psikologi masyarakat atau psiko-sosial. Berdasarkan hal tersebut maka masyarakat desa memiliki karakteristik:

  1. Hidup adalah persoalan kelangsungan hidup
  2. Tanah/lahan adalah dasar utama dalam kehidupan
  3. Keluarga dalam jumlah besar dan fokus utama kehidupan sosial
  4. Kehidupan desa adalah mengatur masyarakat sekitar

Tipologi Masyarakat Agraris Menurut Pola Adaptasi Ekologi

Terbentuknya kebudayaan dalam suatu masyarakat tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan dimana masyarakat tersebut bertempat tinggal. Kebudayaan perahu tidak akan kita temukan pada masyarakat pedalaman, karena jauh dari laut atau tidak memiliki sungai besar yang dapat digunakan untuk menjalanjkan perahunya. Tetapi kebudayaan perahu akan kita temukan pada masyarakat yang dekat dengan laut atau memiliki sungai untuk menjalankan perahunya.

Masyarakat agraris, baik masyarakat agraris awal maupun modern (masyarakat pemburu peramu, masyarakat peladang berpindah dan masyarakat petani sawah irigasi) memiliki pola adaptasi yang berbeda. Perbedaan ini dapat dilihat dari budidaya tanaman yang dilakukan, pengolahan lahan, pola tempat tinggal, subsistensi, pola pemukiman dan diferensiasi sosial.

Suatu masyarakat agraris memiliki karakteristik yang khas yang akan memberikan ciri kebudayaan yang khas pula. Masyarakat agraris yang memiliki hubungan dengan tanah dan air secara erat yang juga berkaitan dengan kedudukan sosial, usahatani bersifat subsisten (keluarga) merupakan dasar pemilikan produksi, konsumsi dan kehidupan sosial. Kondisi yang sekilas merupakan kelemahan masyarakat agraris, sebenarnya merupakan suatu kekuatan tersembunyi masyarakat agraris.

--------------------

Rangkuman dari Buku (Eko Murdiyanto, Sosiologi Perdesaan, Edisi I – Yogyakarta: UPN “Veteran” Yogyakarta 2008.)